Tampil Memukau di Piala AFF 2020, Arhan dan Dewangga Peluang Ikuti Jejak Egy dan Asnawi


187

Dua wonderkid PSIS Semarang berhasil tampil memukau di ajang Piala AFF 2020 bersama Timnas Indonesia.

Kedua wonderkid PSIS Semarang tersebut tak lain adalah Pratama Arhan dan Alfeandra Dewangga.

Bukti penampilan konsisten dan apik kedua wonderkid PSIS Semarang itu dapat dilihat dari berhasilnya kedua pemain tersebut merengkuh penghargaan Man of the Match (MOTM) pada dua laga Timnas Indonesia.

Di awali dengan Alfeandra Dewangga yang berhasil merengkuh gelar pemain terbaik laga pada saat Timnas Indonesia bermain imbang 0-0 kontra Vietnam Rabu (15/12/2021).

Saat itu, permainan tenang dan solid Dewangga berhasil mencuri satu poin kala menghadapi tim unggulan Vietnam di babak penyisihan grup B Piala AFF 2020.

Tak mau kalah dengan rekannya, wonderkid PSIS Semarang lainnya, Pratama Arhan juga berhasil menyabet penghargaan serupa kala Timnas Indonesia membantai Malaysia dengan skor telak 4-1 pada Minggu (19/12/2021).

Penghargaan itu pantas disematkan kepada pemain asal Blora tersebut mengingat ia mampu mencatatkan gol spekatakuler melalui skema tendangan dari luar kotak penalti yang menghujam deras gawang Malaysia yang dikawal oleh Khairul Fahmi.

Keberhasilan Alfeandra Dewangga dan Pratama Arhan bermain apik di Piala AFF 2020 tentu ada andil dari klubnya saat ini, PSIS Semarang.

Meski keduanya masih berusia 20 tahun, baik Pratama Arhan dan Alfeandra Dewangga banyak diberikan kesempatan menit bermain di ajang Liga 1 2021.

Pratama Arhan mampu torehkan 6 laga di Liga 1 2021, sedangkan Dewangga sukses mainkan 5 laga bersama PSIS Semarang.

Buah menit bermain yang diberikan, kedua pemain asli jebolan PSIS Semarang tersebut akhirnya mampu menunjukkan kualitasnya dengan baik dan mencuri perhatian pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.

Menanggapi penampilan apik dua pemain asli jebolannya, CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi lantas melakukan manuver untuk membentengi keduanya agar tidak hengkang ke klub lain di Liga 1 2021.

Skuad PSIS Semarang saat menghadapi Persipura Jayapura pada postingan Instagram @psisfcofficial. Bukti Performa PSIS Semarang Menurun di Babak Kedua: 2 Kali Kalah dan 1 Kali Menang Kontroversi.
Skuad PSIS Semarang saat menghadapi Persipura Jayapura pada postingan Instagram @psisfcofficial. Bukti Performa PSIS Semarang Menurun di Babak Kedua: 2 Kali Kalah dan 1 Kali Menang Kontroversi. (Instagram @psisfcofficial)

Terlebih, keduanya juga dikontrak jangka panjang oleh PSIS Semarang selama 3 tahun.

Bahkan, Yoyok Sukawi menegaskan bahwa keduanya tidak untuk di jual ke klub Liga 1 2021 dengan berapapun nominalnya.

“Mereka itu kontrak kerja tiga tahun. Tapi saya dan anaknya punya kesepakatan antar lelaki,” jelas Yoyok Sukawi dilansir TribunWow.com dari TribunJateng.com.

“Tidak saya lepas. Minta satu trilyun pun tidak saya lepas,” tegas CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi.

Yoyok mengizinkan keduanya untuk hengkang dari PSIS Semarang jika keduanya berkarier di Korea Selatan atau Eropa.

Bahkan dirinya menjamin PSIS Semarang akan mengratiskan biaya kepindahannya jika berkarier di Korsel atau Eropa.

“Tapi kalau kamu mau main di atas liga Indonesia, di Korea Selatan, atau Eropa, kita antar ke sana gratis,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yoyok membeberkan bahwa kedua anak asuhnya tersebut sudah didekati oleh beberapa tim di Liga 1 dan beberapa tim di luar negeri yang berasal dari Korea Selatan dan Eropa.

https://wow.tribunnews.com/2021/12/25/tampil-memukau-di-piala-aff-2020-ini-peluang-2-wonderkid-psis-semarang-ikuti-jejak-egy-dan-asnawi

Like it? Share with your friends!

187

0 Comments

Leave a Reply