Gaji UMR dan Lingkaran Setan, perhatikan ini!


145

UMR dan Lingkaran Setan

UMR dan Lingkaran Setan source pic: pexels

Selamat menyambut akhir pekan, wahai Useless People! Apa? Besok masih kerja? Besoknya juga masih kerja? Kerja! Kerja! Kerja! Mirip semangat negeri Bikini Bottom. Pokoknya, pantang istirahat sebelum masuk liang lahat!!!
UMR, UMK, UMP, atau apapun sebutannya, selalu menjadi pembicaraan wajib tiap tahun. Perdebatan alot tentang upah layak bagi pekerja ini begitu seksi untuk disoroti.

Saat membicarakan UMR, ada 2 daerah yang selalu disebut-sebut. Pertama adalah Karawang, sebagai ikon daerah dengan UMR tinggi. Kedua adalah Yogyakarta, yang tentunya sebagai ikon UMR rendah.
UMR tinggi adalah dua kata yang tak pernah gagal membuat pengusaha ketakutan.
UMR dan Lingkaran Setan source: kym


Jika kita amati, selalu ada tren pemindahan pabrik dari daerah dengan UMR tinggi ke daerah dengan UMR rendah. Ini terjadi jika pengusaha sudah “tidak mampu” membayar upah pekerja. Sebagai catatan, ini biasanya terjadi pada sektor usaha yang padat karya. Sehingga upah karyawan menjadi komponen yang cukup besar dalam biaya produksi.

Sayangnya, memang hanya pegadaian yang bisa mengatasi masalah tanpa masalah. Pemindahan pabrik hanyalah jawaban sementara dari masalah ini. (Eh, UMR tinggi itu masalah gak, sih?). Karena, entah 10 tahun lagi, 15 tahun lagi, 20 tahun lagi, UMR daerah tersebut pasti jadi tinggi juga.

Lalu, pengusaha pasti akan mencari daerah lain untuk merelokasi pabriknya lagi  Begitu terus sampai Luffy mendapatkan One Piece dan membantu Conan melawan Black Organization untuk mendapatkan obat agar tubuhnya kembali normal.


Inilah yang saya rasa bagai “Lingkaran Setan”. Relokasi sebuah industri adalah sebuah keniscayaan. Entah itu dalam skala nasional, global, maupun tata surya. Di tingkat nasional, pabrik yang berada di kota dengan UMR tinggi, perlahan akan bergeser ke kota dengan UMR rendah. Di tingkat global, pabrik yang berada di negara dengan upah tinggi akan bergeser ke negara dengan upah rendah. Di tingkat tata surya, pabrik yang berada di planet dengan upah tinggi akan bergeser ke planet dengan upah rendah.

Loh, siapa tau di Neptunus sebenarnya ada kehidupan. Disana sudah sangat maju, sehingga mereka bisa menyembunyikan kehidupannya dari kita. Entah kapan, saat upah pekerja di Neptunus sudah tinggi, baru mereka membuka diri dengan penduduk bumi buat buka pabrik di sini. Siapa tau di masa depan, saber yang digunakan Darth Vader itu dibuat di Majalengka dan muncul berita “Bangga!!! Ternyata saber Darth Vader buatan pabrik di Majalengka!!!”

Jadi, kenapa lingkaran setan ini tidak akan putus? Ya namanya saja lingkaran, gak ada putusnya, memangnya kisah cintamu!???

Kembali ke topik. Salah satu alasan kenapa lingkaran setan ini tidak terputus, karena pengusaha memang tidak punya tujuan untuk mensejahterakan karyawan. Dari zaman Kaisar Nero berkuasa, sungguh amat sangat sedikit sekali pengusaha yang berpikir “Aku akan membangun sebuah pabrik untuk memajukan daerah ini. Akan ku beri karyawanku gaji yang layak. sehingga karyawanku hidup sejahtera”.
Yaaa, mungkin ada sih yang berpikir seperti itu, tapi hanya -5 dari 100.

Apakah itu salah? Tentu tidak, semua orang pasti berpikir bagaimana cara untuk mendapatkan hasil sebesar-besarnya, dengan usaha sekecil-kecilnya. Hanya skalanya saja yang berbeda. Ini prinsip utama dalam kegiatan ekonomi.

Namun, dari setiap kegetiran, selalu ada hal kocak di dalamnya. Kadang saya menemui artikel/thread di twitter “Tips mengelola gaji UMR”. Lohe lohe, kalian yang gajinya berlipat-lipat-lipat-lipat dari UMR, gak perlu memberikan tips itu. Mereka, atau tepatnya kami, sudah sangat andal mengelola uang yang tak seberapa itu.

Ini rasa-rasanya kok mirip ucapan ketua DPR Bikini Bottom, Ibu Puff Mahahaha yang pernah meminta masyarakat miskin diet. Atau kelakar menteri tenaga kerja, Ibu Ida Cheeks yang menganggap upah pekerja Bikini Bottom terlalu tinggi.
Rasanya-rasanya, itu semua seperti cara halus untuk berkata “Udah, jangan ngimpi punya banyak uang dan hidup sejahtera. Kalian itu miskin, ini lho cara hidup miskin yang baik dan benar. Eh, tapi kami gak tau ini baik dan benar atau gak, ding. Kan kami kaya, wkwkwk. Jadi, biar kami saja yang tetap dan tambah kaya, kalian jadi miskin saja. Sing nerimo”.
Lalu, apa yang harus kita lakukan dengan gaji UMR, bahkan di bawah UMR? Yo Ndak Tau Kok Tanya Saya, wkwkwk. Di next thread saja kita perbincangken, karena thread ini sudah terlalu panjang. Dan saya yakin pasti ada komen “Hirisnyi kimi birsyikir misih bisi kirji!!!”. Piss!!!

Like it? Share with your friends!

145

0 Comments

Leave a Reply