Dari Crowdfunding, jadi Sukses di Dunia Games


145

Crowdfunding merupakan salah satu cara yang sering ditempuh oleh beberapa orang atau perusahaan untuk mendapat modal, untuk mendanai proyek yang sedang dikerjakan. Dana yang terkumpul umumnya datang dari orang-orang yang merasa jika uang “sumbangan” mereka akan berhasil menjadi suatu karya atau produk.

Selain film atau mungkin karya seni, metode pendanaan semacam ini juga sering diambil oleh developer game indie, karena biaya pengembangan memang dikenal mahal dan memerlukan banyak biaya. Sementara banyak dari game hasil crowdfunding berakhir gagal dan mengecewakan mereka yang ikut mendanai, beberapa ada yang berhasil dan mendulang kesuksesan luar biasa dari segi komersil. Berikut 7 di antaranya!

1. FTL: Faster Than Light

https://www.youtube.com/embed/eNK-D9mLP20

Subset Games mendaftarkan FTL: Faster Than Light dengan target US$10,000 di Kickstarter, namun hingga kampanye pendanaan itu berakhir, mereka menerima total pendanaan hingga lebih dari US$200,000. Dengan hasil pendanaan 20x lipat dari target awal, Subset Games berhasil membuat game luar biasa yang mengkombinasikan simulasi pesawat luar angkasa dengan gameplay ala roguelike.

Siapapun yang tertarik dengan genre strategi dan keharusan untuk bisa menjaga sumber daya akan sangat dimanjakan dengan FTL. Belum lagi game rilisan tahun 2012 ini juga menawarkan tantangan dalam bentuk permadeath alias kematian/kegagalan akan membuat pemain memulai segalanya dari awal.

2. Superhot

https://www.youtube.com/embed/R4LkToI4xzE

Superhot merupakan salah satu game paling unik di daftar ini. Mendapat sekitar US$150,000 melalui crowdfunding, Superhot memiliki mekanisme gameplay FPS yang tidak biasa di mana waktu akan berhenti kecuali pemain bergerak.

Dengan mekanisme menarik itu, Superhot tidak hanya menantang skill namun juga logika berpikir pemain. Superhot mengusung visual 3D yang terbilang sederhana dan tidak mengandung banyak detail realistis, namun terlepas dari itu semua, game yang dikembangkan oleh Superhot Team ini punya segudang level yang padat akan aksi dan momen slow-motionkeren.

3. Hyper Light Drifter

https://www.youtube.com/embed/cnajEYPEKIQ

Meski hanya menargetkan US$27,000 saja, Hyper Light Drifter mendapat lebih dari US$640,000 dari crowdfunding yang kemudian berakhir menjadi game aksi yang tidak mengecewakan sama sekali. Hyper Light Drifter hadir dengan visual 16-bit namun dalam dunia dengan desain yang keren seperti yang bisa diharapkan dari game modern.

Dengan gameplay yang dideskripsikan sebagai “mudah untuk dimainkan, namun sulit untuk dikuasai”, Hyper Light Drifter berhasil membuat pemain berada di tengah-tengah antara mudah dan susah. Ini cocok untuk mereka yang suka dengan game bernuansa retro namun di sisi lain, punya gameplay yang cukup menantang.

Baca Juga: 7 Game Indie Terbaik untuk Dimainkan di Nintendo Switch, Super Seru!

4. Kingdom Come: Deliverance

https://www.youtube.com/embed/tpnuBdG9txM

Dengan mendapat US$1,5 juta dari crowdfunding, Kingdom Come: Deliverance punya modal yang lebih dari cukup untuk menjadi game open-world petualangan dengan latar waktu abad pertengahan. Berperan sebagai Henry, anak dari salah satu pandai besi, pemain dibekali misi untuk belajar cara bertempur sebelum berperang bersama Radzig Kobyla untuk mempertahankan tanah miliknya. Dengan mekanisme combat yang detail di mana pemain diberi kesempatan untuk menguasai berbagai macam senjata, Kingdom Come: Deliverance menawarkan kombinasi menarik antara gameplay dengan sistem combat realistis dan cerita yang akurat secara historis.

5. Divinity: Original Sin 2

https://www.youtube.com/embed/bTWTFX8qzPI

Kedua game dari seri Divinity: Original Sin sebenarnya mendapat pendanaan via crowfunding namun yang kedua, berhasil meraih modal mencapai US$2 juta dan hadir dengan kualitas yang melebihi game pertamanya. Pemain yang tidak asing dengan Dungeons and Dragons atau game RPG lain dengan mekanisme berbasis giliran akan dimanjakan oleh game garapan Larian Studios ini.

Perpaduan antara karakter yang dapat dikustomisasi, dunia terbuka yang menarik untuk terus dieksplorasi dan sistem class serta skill yang kompleks membuat Divinity: Original Sin 2 jadi game RPG yang tidak boleh dilewatkan. Divinity: Original Sin 2 bahkan bisa dibilang sukses melampaui game serupa dengan dana pengembangan lebih mahal.

6. Shovel Knight

https://www.youtube.com/embed/jo-uuawy9Ok

Dari sekian banyak game di daftar ini, Shovel Knight jadi salah satu yang paling berpengaruh karena kehadirannya membangkitkan kembali genre platformer dengan visual retro yang telah lama mati. Kesuksesannya dalam pendanaan di crowdfunding dengan total US$300,000 juga menjadi bukti bahwa masih ada banyak gamer di seluruh dunia yang rindu dengan genre platformer yang pernah mengisi masa kecil mereka.

Shovel Knight sendiri punya plot yang jauh berbeda dari rencana awal, namun itu bukan tujuan utama dari Yacht Club Games selaku developer. Developer indie asal Amerika Serikat itu berusaha untuk membuat Shovel Knight sebagai game platformer klasik yang sempurna dan mereka berhasil melakukan itu.

7. Hollow Knight

https://www.youtube.com/embed/UAO2urG23S4

Hollow Knight dicintai oleh banyak orang karena banyak alasan. Beberapa di antaranya seperti fakta bahwa game ini mengusung visual gambar tangan yang indah, tingkat kesulitan yang seimbang dan dunia yang terasa hidup.

Yang lebih menarik, game ini hanya mendapat US$40,000 melalui crowdfunding dan dengan bantuan dana “sekecil” itu, Team Cherry selaku developer berhasil memanfaatkannya untuk membuat salah satu game Metroidvania terbaik. Ada banyak rahasia untuk diungkap di Hollow Knight, di samping lebih dari 30 musuh bos untuk dikalahkan menggunakan berbagai macam kemampuan atau skill yang dipelajari di sepanjang permainan.

Demikian tadi ulasan mengenai beberapa game yang berawal dari crowdfunding dan berakhir sukses. Ada game favorit kamu dari 7 game keren di atas?

https://www.idntimes.com/tech/games/arifgunawan/kumpulan-game-indie-dari-crowdfunding-yang-menjadi-sukses/7


Like it? Share with your friends!

145

0 Comments

Leave a Reply