Zebra tidak menjadi hewan peliharaan dan tunggangan, mengapa?

Mengapa Zebra Tidak Pernah Menjadi Hewan Peliharaan dan Tunggangan?

Alphatian.com – Zebra memiliki kemampuan berlari kencang seperti kuda, tapi tidak pernah dipelihara manusia sebagai hewan tunggangan.Zebra menolak tunduk pada manusia.
Di masa lalu, begitu banyak upaya, terutama orang-orang Eropa yang menjajah Benua Afrika, untuk menjnakkan zebra.
Zebra, yang berada di sabana Afrika terbuka memiliki begitu banyak predator, seperti singa yang ganas, cheetah yang berlari begitu cepat, atau kawanan hyena yang menyerang berkelompok. Zebra menjadi hewan yang sangat reaktif terhadap tanda bahaya sekecil apapun. Zebra akan menjadi impulsif dan menolak untuk ditangkap.
Zebra tidak akan mudah tunduk pada manusia karena menjalani hidupnya dengan caranya.

Menarik kan …??
Yuk kita bahas lebih dalam ☺☺☺

Bisa jadi, banyak dari kita yang sering bertanya, mengapa zebra tidak pernah menjadi hewan tunggangan dan alat transportasi manusia sebelum ditemukannya mesin dan alat-alat transportasi lainnya? Bukankah, zebra mirip kuda dan berlari kencang? Tapi, mengapa tidak pernah dipelihara manusia sebagai hewan tunggangan?

Sebenarnya, di masa lalu, begitu banyak upaya, terutama orang-orang Eropa yang menjajah Benua Afrika, untuk menjnakkan zebra. Tak terhitung berapa kali mereka mencobanya. Bahkan, pada abad ke-19, ada juga beberapa zebra yang ‘dipaksa’ untuk menarik kereta, atau ditunggangi manusia layaknya kuda. Meski begitu, berbagai cara untuk menjinakkannya mulai ditinggalkan, dan setelah itu sepertinya tidak terdengar lagi upayanya.

Seperti kuda dan keledai, zebra termasuk keluarga Equidae [dikenal sebagai equids]. Ketiga spesies tersebut sangat erat hubungannya, sehingga mereka dapat kimpoi silang dan membentuk hibrida. Sebut saja, zedonk [persilangan antara zebra jantan dan keledai betina], zorse [keturunan zebra jantan dan kuda betina], serta zonie [hibrida antara zebra dan kuda poni]. Tapi, tidak seperti sepupu-sepupu mereka, zebra menolak tunduk pada manusia.

Mengapa demikian?

Jawaban paling bisa diterima adalah karena seleksi alam. Zebra dan kuda menyimpang dari nenek moyang yang sama sekitar 4-4,7 juta tahun silam. Masing-masing beradaptasi dengan lingkungannya. Kawanan kuda liar di Amerika Utara dan Eropa, pada awalnya dipelihara sebagai hewan untuk dikonsumsi, tetapi lambat laut menjadi terbiasa dengan manusia.

Setelah munculnya budaya pertanian 12.000 tahun lalu, kuda dimanfaatkan untuk membantu manusia mengelola tanah, juga sebagai alat transportasi. Kuda, terbukti sangat membantu sebagai tunggangan saat perang di masala lau. Inilah yang kemudian mendorong manusia untuk berupaya menjinakkannya, dengan cara membiakkan individu-individu kuda yang paling jinak.

Tapi tidak seperti kuda liar, zebra di sabana Afrika terbuka memiliki begitu banyak predator, seperti singa yang ganas, cheetah yang berlari begitu cepat, atau kawanan hyena yang menyerang berkelompok.

Itulah yang dimaksud seleksi alam. Zebra menjadi hewan yang sangat reaktif terhadap tanda bahaya sekecil apapun. Zebra akan menjadi impulsif dan menolak untuk ditangkap.

Meskipun ukurannya seperti kuda poni, dalam beberapa catatan, zebra berhasil membunuh singa yang menyerang dengan satu tendangan kaki belakangnya. Selain kaki belakang yang berbahaya, zebra juga dikenal suka menggigit. Zebra juga memiliki refleks merunduk, yang sangat menghambat penangkapan dengan laso atau metode lainnya, sebagaimana dikutip dari The Conversation.

Di samping itu, zebra tidak memiliki struktur keluarga dan tidak ada hierarki sosial. Tidak seperti kuda liar yang
hidup dalam kawanan dan memiliki tatanan terstruktur.

Gallery for Zebra tidak menjadi hewan peliharaan dan tunggangan, mengapa?

Leave a Reply