Usai Dikecam Lamban, Polisi Jelaskan Soal Ayah Tangkap Sendiri Pelaku Pencabulan Anaknya

Seorang warga Surabaya, MD (50), mengaku kecewa dengan kinerja Polrestabes Surabaya yang dinilainya lamban melakukan penyelidikan kasus hilangnya anak dia, KR (14), yang dibawa kabur P (21) ke Blitar. KR juga diduga menjadi korban pencabulan.

MD sebenarnya telah melaporkan kasus itu ke Polrestabes Surabaya pada 3 Februari, namun setelah sebulan lebih berlalu anaknya tak kunjung ketemu. MD lalu berinisiatif mencari sang anak, kemudian menemukannya serta menangkap si pelaku di Blitar.

Polrestabes Surabaya menampik tudingan lamban. Mereka mengaku setelah menerima laporan MD, petugas telah melakukan penyelidikan dan berkomunikasi dengan orang tua korban melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) maupun lewat lisan.

“Penyidik sudah melakukan penyelidikan dan komunikasi dengan orang tua korban baik melalui SP2HP yang diterima 13 Februari 2022, maupun komunikasi langsung,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Mirzal Maulana, kepada CNNIndonesia.com, Minggu (20/3) malam.

Penyidik, kata dia, juga sudah berupaya mencari keberadaan korban. Namun kendalanya, pelaku sulit dilacak karena tak menggunakan handphone.

“Dalam penanganan terhadap laporan ini, penyidik sudah berupaya untuk mencari namun kondisinya si anak dan terduga pelaku tidak menggunakan HP sehingga sulit untuk dihubungi keberadaannya,” ucapnya.

Keberadaan korban, kata Mirzal, baru diketahui saat seorang masyarakat memberi informasi kepada orang tua korban. MD yang mendapatkan informasi itu pun langsung bertolak menuju lokasi, tanpa memberitahu penyidik.

“Kami pihak penyidik berterima kasih kepada pihak cafe cepat tanggap dan langsung menghubungi ortunya untuk menginformasikan keberadaan korban di Blitar. Namun setelah dapat informasi ini, ayahnya tidak menginformasikan kepada penyidik,” kata dia.

Mirzal mengatakan, ayah korban langsung menuju ke Blitar untuk menjemput anaknya dan menangkap sendiri para pelaku. Hingga kemudian dibawa dan diserahkan ke Polrestabes Surabaya.

“Setelah mendapat info bahwa ayahnya mengamankan pelaku pun pada hari Sabtu malam (19/3) langsung ditindak lanjuti oleh penyidik, bahkan korban dibawa visum ke RS Bhayangkara,” ucapnya.

Saat itu juga polisi dikatakan cepat melakukan pemeriksaan kepada dua pelaku yang diserahkan MD. Dan diketahui korban juga mengalami tindak dugaan pencabulan di Blitar.

“Dan setelah dikaji dari TKP salah satu pelaku M di Blitar, penyidik koordinasi dengan Polres Blitar untuk proses lanjut terhadap tersangka M terkait peristiwa pidana pencabulannya di Blitar,” ujarnya.

Kini, Polrestabes Surabaya bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan pun (DP3AK) tengah melakukan pendampingan kepada korban, untuk mengobati traumanya.

Leave a Reply