Tak Diterima Diklakson, Sambil Gendong Anak Pasutri Ini Dikeroyok Sejumlah Remaja


181

Tak Diterima Diklakson, Sambil Gendong Anak Pasutri Ini Dikeroyok Sejumlah Remaja

Aksi kekerasan sekaligus pengeroyokan dilakukan oleh sejumlah pemuda terhadap pasangan suami istri. Peristiwa itu terjadi di kawasan Nasara, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto.

Kejadian main hakim sendiri tersebut ditengarai karena pelaku yang tidak terima diklakson oleh korban saat tengah mengendarai sepeda motor.

Merasa kesal pelaku yang berjumlah tidak sedikit itu pun langsung melakukan tindakan kekerasan berupa pemukulan secara beramai-ramai terhadap korban.

Tak Diterima Diklakson, Sambil Gendong Anak Pasutri Ini Dikeroyok Sejumlah Remaja

Bahkan korban hendak dipukul dengan balok kayu dan batu, beruntung aksi tersebut langsung dihalangi orang yang coba melerainya.

Kejadian itu membuat miris lagi ketika salah satu dari korban masih menggendong anaknya yang masih kecil.

Setelah kejadian tersebut dikabarkan bahwa salah satu korban mengalami telinga kirinya tidak bisa mendengar serta mobilnya menjadi rusak.

Tak Diterima Diklakson, Sambil Gendong Anak Pasutri Ini Dikeroyok Sejumlah Remaja

Dari video yang beredar dapat dilihat bahwa para pelaku masih berusia remaja dan saat peristiwa tersebut mereka nampak seperti pemain bola atau futsal.

Sungguh sangat disesali sekali ketika para pemuda tersebut malah tidak bisa menahan emosi yang bergejolak dalam dada.

Walau tidak menerima ketika kendaraan yang di tumpangi diklakson, sudah semestinya aksi pengeroyokan diiringi kekerasan tersebut tidak seharusnya terjadi.

Tak Diterima Diklakson, Sambil Gendong Anak Pasutri Ini Dikeroyok Sejumlah Remaja

Memang saat diklakson ada rasa kesal dalam dada, ingin rasanya meluapkan amarah kepada orang yang membunyikan klakson tersebut. Namun, jika dipikir-pikir kembali suara klakson dari mobil itu merupakan tanda bagi orang lain.

Sebab bisa saja kendaraan yang kita naiki menjadi penghambat laju lalu lintas. Maka dari itu, sebaiknya ketika berada di jalan satu orang dengan yang lainnya harus saling memahami.

Tidak perlu egois sebab jalanan merupakan milik umum bukan pribadi. Di jalan tak perlu juga harus membawa kendaraan sekencang mungkin karena bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Spoiler for Video Pengeroyokan :

Pengeroyokan yang menimpa pasutri tersebut seharusnya tidak pernah terjadi. Apalagi saat kejadian ada anak kecil yang sedang digendong dan ia tidak tahu apa-apa perihal masalah tersebut.

Maka bijaklah dalam berkendara dan tak arogan saat di jalan.

Sumber :

Ulasan dan Opini Pribadi

1


Like it? Share with your friends!

181

0 Comments

Leave a Reply