Mengenal Gegar Otak yang Dialami ‘Marc Marquez’ Usai Tergelincir di MotoGP Mandalika


184

Gegar otak yang dialami pembalap Marc Marquez bukan kondisi medis yang bisa disepelekan. Apa itu gegar otak?

Gegar otak seperti yang dialami Marc Marquez merupakan kondisi medis yang tak bisa disepelekan. (REUTERS/WILLY KURNIAWAN)

Gegar otak yang dialami pembalap Marc Marquez bukan kondisi medis yang bisa disepelekan. Apa itu gegar otak?

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, pembalap dari Tim Repsol Honda tersebut dipastikan absen dari MotoGP Mandalika akibat gegar otak yang dialaminya. Kondisi itu dialaminya setelah terjatuh saat sesi pemanasan di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (20/3).

Gegar otak merupakan kondisi medis yang perlu perhatian. Bahaya lebih jauh akan mengintai jika tak mendapatkan penanganan sesegera mungkin.

Apa Itu Gegar Otak?

Menukil laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, gegar otak adalah jenis cedera otak traumatis yang disebabkan oleh benturan atau pukulan yang menyebabkan kepala dan otak bergerak cepat maju mundur.

Gerakan tiba-tiba tersebut dapat menyebabkan otak terpental atau berputar di tengkorak, serta menciptakan perubahan zat kimia di otak. Dalam beberapa kasus, kondisi tersebut bisa merusak sel-sel di dalam otak.

Umumnya, gegar otak diklasifikasikan sebagai cedera otak ringan dan tidak mengancam jiwa. Namun demikian, efek gegar otak perlu diperhatikan.

Mengutip laman Mayo Clinic, gegar otak biasanya menimbulkan beberapa efek sementara seperti sakit kepala, serta beberapa masalah terkait konsentrasi, memori, keseimbangan, dan koordinasi.

Gejala Gegar Otak

Gejala gegar otak seperti yang dialami Marc Marquez biasanya tak begitu kentara. Gejala bisa berlangsung dalam beberapa hari, bahkan beberapa pekan.

Berikut beberapa gejalanya:

– sakit kepala;
– telinga berdengung;
– mual, muntah;
– kelelahan;
– pandangan kabur;
– kebingungan;
– amnesia seputar peristiwa traumatis.

Selain gejala yang sebelumnya telah dijelaskan, ada juga beberapa tanda lain yang tidak terlalu umum.

Beberapa orang yang mengalami gegar otak juga bisa merasakan sejumlah kondisi seperti bicara cadel, lama menjawab saat ditanya, mudah lupa, sulit berkonsentrasi dan mengingat, peka terhadap cahaya dan suara bising, gangguan tidur, hingga masalah psikologis lainnya.

Segera dapatkan penanganan darurat jika mengalami beberapa gejala berikut:

– muntah dan mual berulang;
– kehilangan kesadaran lebih dari 30 detik;
– sakit kepala yang semakin parah seiring waktu;
– cairan atau darah keluar dari hidung dan telinga;
– gangguan pada mata seperti pupil yang membesar;
– telinga berdengung yang tak kunjung hilang;
– terlihat pucat lebih dari 60 menit;
– kejang;
– benjolan besar di kepala atau memar, terutama pada bayi.

Penyebab Gegar Otak

Penyebab gegar otak yang utama adalah pukulan atau benturan pada kepala dan leher, atau tubuh bagian atas. Benturan dapat menyebabkan otak bergerak maju mundur dengan kencang ke dinding bagian dalam tengkorak.

Jenis cedera otak satu ini juga bisa menyebabkan pendarahan di dalam atau sekitar area otak yang bisa berakibat fatal. Itulah mengapa orang yang mengalami cedera otak perlu dipantau secara baik-baik dan mendapatkan penanganan darurat jika gejala memburuk.

Berikut beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan gegar otak:

– terjatuh;
– turut serta dalam aktivitas olahraga berisiko tinggi dan tanpa peralatan keselamatan;
– mengalami kecelakaan kendaraan bermotor;
– pernah mengalami gegar otak sebelumnya.

Demikian penjelasan mengenai cedera otak. Penjelasan di atas menandakan bahwa gegar otak seperti yang dialami Marc Marquez perlu mendapatkan perhatian.

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20220321071642-260-774016/mengenal-gegar-otak-seperti-yang-dialami-marc-marquez/2.


Like it? Share with your friends!

184

0 Comments

Leave a Reply